REDHALLAH
Part of someone's being a good Muslim is his leaving alone that which does not concern.
Aug 18, 2014
Mar 25, 2013
Subhanallah..
Maha Suci Allah Dari segala kecacatan..
Hanya Engkau yang selayaknya disembah..
Allah..Allah..Allah..
Hanya Engkau yang selayaknya disembah..
Allah..Allah..Allah..
Oct 5, 2012
KEMATIAN
Cukuplah kematian sebagai peringatan..KepadaNya kita kembali..Ayuh persiapkan diri..
Ya Allah,bantulah kami dalam mentaati segala suruhan-Mu..Tiada kuasa yang bisa tandingi kuasa-Mu.
Ingatlah wahai diri, setiap nafas itu akan terhenti..
Ya Allah,bantulah kami dalam mentaati segala suruhan-Mu..Tiada kuasa yang bisa tandingi kuasa-Mu.
Ingatlah wahai diri, setiap nafas itu akan terhenti..
Sep 28, 2012
Sedarlah Wahai Diri
بسم الله الرحمن الرحيم
Sama-samalah kita membuat pecutan menuju Allah. Jangan dihiraukan gangguan-gangguan yang tidak mendatangkan manfaat buat diri malah hanya akan menyesatkan diri. Hidup ini terlalu singkat dan kita sama-sama tidak ketahui bilakah saatnya akan dipanggil dimana segala amalan akan diperhitungkan di hadapan yang MAHA ESA lagi MAHA BENAR..
Perbaikilah dirimu dan carilah sebanyak-banyak bekalan untuk hari tersebut agar diri kita tidak menyesal pada hari tersebut. Apa gunanya penulisan kita penuh dengan peringatan dan nasihat, andai ianya tidak berjalan seiring dengan diri.
Ayuh, sama-sama kita renungkan kata-kata seorang tokoh yang sangat dekat dengan TUHANNAYA..Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani:
Petikan dari FutuhulGhaib..Ajaran ke-6..Hindarkanlah dirimu dari orang ramai dengan perintah Allah, dari nafsumu dengan perintah-Nya dan dari kehendakmu dengan perbuatan-Nya agar kamu pantas untuk menerima ilmu Allah. Tanda bahwa kamu telah menghindarkan diri dari orang ramai adalah secara keseluruhannya kamu telah memutuskan segala hubungan kamu dengan orang ramai dan telah membebaskan seluruh pikiranmu dengan segala hal yang bersangkutan dengan mereka.Tanda bahwa kamu telah putus dari nafsumu adalah apabila kamu telah membuang segala usaha dan upaya untuk mencapai kepentingan keduniaan dan segala hubungan dengan cara-cara duniawi untuk mendapatkan suatu keuntungan dan menghindarkan bahaya. Janganlah kamu bergerak untuk kepentinganmu sendiri. Janganlah kamu bergantung kepada dirimu sendiri di dalam hal-hal yang bersangkutan dengan dirimu. Janganlah kamu melindungi dan menolong dirimu dengan dirimu sendiri. Serahkanlah segalanya kepada Allah, karena Dia-lah yang memelihara dan menjaga segalanya, sejak dari awalnya hingga kekal selamanya. Dia-lah yang menjaga dirimu di dalam rahim ibumu sebelum kamu dilahirkan dan Dia pulalah yang memelihara kamu semasa kamu masih bayi.Tanda bahwa kamu telah menghindarkan dirimu dari kehendakmu dengan perbuatan Allah adalah apabila kamu tidak lagi melayani kebutuhan-kebutuhanmu, tidak lagi mempunyai tujuan apa-apa dan tidak lagi mempunyai kebutuhan atau maksud lain, karena kamu tidak mempunyai tujuan atau kebutuhan selain kepada Allah semata-mata. Perbuatan Allah tampak pada kamu dan pada masa kehendak dan perbuatan Allah itu bergerak. Badanmu pasif, hatimu tenang, pikiranmu luas, mukamu berseri dan jiwamu bertambah subur. Dengan demikian kamu akan terlepas dari kebutuhan terhadap kebendaan, karena kamu telah berhubungan dengan Al-Khaliq. Tangan Yang Maha Kuasa akan menggerakkanmu. Lidah Yang Maha Abadi akan memanggilmu. Tuhan semesta alam akan mengajar kamu dan memberimu pakaian cahaya-Nya dan pakaian kerohanian serta akan mendudukkan kamu pada peringkat orang-orang alim terdahulu.Setelah mengalami semua ini, hati kamu akan bertambah lebur, sehingga nafsu dan kehendakmu akan hancur bagaikan sebuah tempayan yang pecah yang tidak lagi berisikan air walau setetespun. Kosonglah dirimu dari seluruh perilaku kemanusiaan dan dari keadaan tidak menerima suatu kehendak selain kehendak Allah. Pada peringkat ini, kamu akan dikaruniai keramat-keramat dan perkara-perkara yang luar biasa. Pada zhahirnya, perkara-perkara itu datang darimu, tapi yang sebenarnya adalah perbuatan dan kehendak Allah semata.Oleh karena itu, masuklah kamu ke dalam golongan orang-orang yang telah luluh hatinya dan telah hilang nafsu-nafsu kebinatangannya. Setelah itu kamu akan menerima sifat-sifat ke-Tuhan-an yang maha tinggi. Berkenaan dengan hal inilah maka Nabi besar Muhammad SAW bersabda, “Aku menyukai tiga perkara dari dunia ini: bau-bauan yang harum, wanita dan shalat yang apabila aku melakukannya, maka mataku akan merasa sejuk di dalamnya”. Semua ini diberikan kepadanya setelah seluruh kehendak dan nafsu sebagaimana disebutkan di atas terlepas dari dirinya. Allah berfirman, “Sesungguhnya Aku bersama mereka yang telah luluh hatinya karena Aku”.Allah Ta’ala tidak akan menyertai kamu, sekiranya semua nafsu dan kehendakmu itu tidak diluluhkan. Apabila semua itu telah hancur dan luluh, dan tidak ada lagi yang tersisa pada dirimu, maka telah pantaslah kamu untuk ‘diisi’ oleh Allah dan Allah akan menjadikan kamu sebagai orang baru yang dilengkapi dengan tenaga dan kehendak yang baru pula. Jika egomu tampil kembali, walaupun hanya sedikit, maka Allah akan menghancurkannya lagi, sehingga kamu akan kosong kembali seperti semula, dan untuk selamanya kamu akan tetap luluh hati. Allah akan menjadikan kehendak-kehendak baru di dalam diri kamu dan jika dalam pada itu masih juga terdapat diri (ego) kamu, maka Allah-pun akan terus menghancurkannya. Demikianlah terus terjadi hingga kamu menemui Tuhanmu di akhir hayatmu nanti. Inilah maksud firman Tuhan, “Sesungguhnya Aku bersama mereka yang telah luluh hatinya karena Aku.” Kamu akan mendapatkan dirimu ‘kosong’, yang sebenarnya ada hanyalah Allah.Di dalam hadits Qudsi, Allah berfirman, “Hamba-Ku yang ta’at senantiasa memohon untuk dekat dengan-Ku melalui shalat-shalat sunatnya. Sehingga aku menjadikannya sebagai rekan-Ku, dan apabila Aku menjadikan dia sebagai rekan-Ku, maka aku menjadi telinganya yang dengan itu ia mendengar, menjadi matanya yang dengannya dia melihat, menjadi tangannya yang dengannya ia memegang dan menjadi kakinya yang dengannya ia berjalan, yakni ia mendengar melalui Aku, memegang melalui Aku, dan mengetahui melalui Aku.”Sebenarnya, ini adalah keadaan ‘fana’ (hapusnya diri). Apabila kamu sudah melepaskan dirimu dan mahluk, karena mahluk itu bisa baik dan bisa juga jahat dan karena diri kamu itu bisa baik dan juga bisa jahat, maka menurut pandanganmu tidak ada suatu kebaikan yang datang dari diri kamu atau dari mahluk itu dan kamu tidak akan merasa takut kepada datangnya kejahatan dari mahluk. Semua itu terletak di tangan Allah semata. Karenanya, datangnya buruk dan baik itu, Dia-lah yang menentukannya semenjak awalnya.Dengan demikian, Dia akan menyelamatkan kamu dari segala kejahatan mahluk-Nya dan menenggelamkanmu di dalam lautan kebaikan-Nya. Sehingga kamu menjadi titik tumpuan segala kebaikan, sumber keberkatan, kebahagiaan, kesentausaan, nur (cahaya) keselamatan dan keamanan. Oleh karena itu, ‘Fana’ adalah tujuan, sasaran, ujung dan dasar perjalanan wali Allah. Semua wali Allah, dengan tingkat kemajuan mereka, telah memohon dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk menggantikan kehendak atau kemauan mereka dengan kehendak atau kemauan Allah. Mereka semuanya menggantikan kemauan atau kehendak mereka dengan kemauan atau kehendak Allah. Pendek kata, mereka itu mem-fana-kan diri mereka dan me-wujud-kan Allah. Karena itu mereka dijuluki ‘Abdal’ (perkataan yang diambil dari kata ‘Badal’ yang berarti ‘pertukaran’). Menurut mereka, menyekutukan kehendak mereka dengan kehendak Allah adalah suatu perbuatan dosa.Sekiranya mereka lupa, sehingga mereka dikuasai oleh emosi dan rasa takut, maka Allah Yang Maha Kuasa akan menolong dan menyadarkan mereka. Dengan demikian mereka akan kembali sadar dan memohon perlindungan kepada Allah. Tidak ada manusia yang benar-benar bebas dari pengaruh kehendak egonya (dirinya) sendiri, kecuali malaikat. Para malaikat dipelihara oleh Allah dalam kesucian kehendak mereka dan para Nabi dipelihara dari nafsu badaniah mereka. Sedangkan jin dan manusia telah diberi tanggung jawab untuk berakhlak baik, tetapi mereka tidak terpelihara dari dipengaruhi oleh dosa dan maksiat. Para wali dipelihara dari nafsu-nafsu badaniah dan ‘abdal’ dipelihara dari kekotoran kehendak datu niat. Walaupun demikian, mereka tidak bebas mutlak, karena merekapun mungkin mempunyai kelemahan untuk melakukan dosa. Tapi, dengan kasih saying-Nya, Allah akan menolong dan menyadarkan mereka.
Dec 13, 2011
Di Bawah Kibaran Jilbab
- Sebelum lebih jauh, mari kita renungi lagi perintah mengenakan hijab bagi seorang muslimah:
“Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu,
anak-anak perempuanmu, dan wanita-wanita mukmin lainnya, hendaklah mereka
mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka
lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang”. (QS. Al-Ahzab (33): 59)
Saudariku..
Perintah mengenakan jilbab merupakan perintah Allah
secara langsung kepada semua muslimah. Namun, walaupun hal demikian adalah
perintah Tuhan secara langsung yang bertujuan untuk kebaikan dan kehormatan
diri seorang muslimah, kebebasan untuk melaksanakan perintah tersebut
membutuhkan perjuangan yang ekstra. Kebebasan mengenakan Pakaian takwa ini
banyak dihalang-halangi oleh skandal-skandal tertentu yang tidak mengerti islam
secara kaffah (menyeluruh).
Tahukah kalian bahwa berkibarnya jilbab di tanah
air ini sebelumnya memerlukan pengorbanan??
Pengorbanan yang mungkin mempertaruhkan nyawa dan
harga diri demi sebuah hijab sebagai bentuk kecintaan kepada Allah semata..
Sungguh, kebebasan menutup aurat (jilbab) yang kita
rasakan sekarang adalah bentuk upaya mereka yang memperjuangkan hak-hak
muslimah di tanah air..
Berikut ini awal mula jilbab berkibar di Indonesia:
Berkibarnya jilbab di bumi pertiwi telah melewati
sejarah luka yang panjang dan lama. Sekitar tahun 1980-an, ribuan mahasiswi dan
pelajar berjilbab membanjiri jalanan di berbagai kota besar. Mereka memprotes
keputusan yang melarang jilbab di sekolah.
Revolusi jilbab di Indonesia bermula tahun 1979.
Siswi-siswi berkerudung di SPG Negeri Bandung hendak dipisahkan pada lokal
khusus. Mereka langsung memberontak atas perlakuan diskriminasi terhadap
jilbabnya. Ketua MUI Jawa Barat turun tangan hingga pemisahan itu berhasil
digagalkan. Ini adalah kasus awal dari rentetan panjang sejarah jilbab di bumi
persada.
Selanjutnya tanggal 17 Maret 1982 keluar SK
052/C/Kep/D.82 tentang seragam sekolah nasional oleh Dirjen Pendidikan Dasar
dan Menengah , Prof. Darji Darmodiharjo, S. H. Pelaksanaan terhadap surat
keputusan itu malah berujung pada larangan terhadap jilbab. Maka meledaklah
demo barisan pembela jilbab di seantero Indonesia.
Ketika itu tengah gencar-gencarnya penggusuran
jilbaber dari bangku pelajaran. Para muslimah terpaksa hengkang dari studi demi
konsisten menjalankan syariat. Mereka yang diusir dari sekolah, bahkan
menggelar perkara ini sampai ke pengadilan.
Belum reda perjuangan jilbab di sekolah-sekolah,
muncul fitnah baru di penghujung 1989. Jilbab penebar racun!? Ny. Fadillah
berbelanja di Pasar Rawu, diserang tiba-tiba, diteriaki dan dituduh penebar
racun. Orang-orang yang tersulut emosi langsung merajam wanita itu hingga
hampir meninggal dunia. Para muslimah menjadi takut keluar rumah. Hingga
kembali digelar tabligh akbar lautan pendukung jilbab.
Korban demi korban terus berjatuhan tetapi semangat
berbusana takwa makin berkobar hebat. Akhirnya, kebenaran tidak bisa lagi
dihempang, aturan Tuhanlah yang maha benar. Unjuk rasa, protes, demonstrasi dan
dialog intensif serta jalur hukum sampailah di saat yang berbahagia. Seiring
keluarnya SK Dirjen Dikdarmen No. 100/C/Kep/D/1991 jilbab lengkap dengan busana
menutup auratnya dinyatakan ‘halal’ masuk sekolah. Allahu Akbar!!??!!
Sumber: Hemdi, Yoli. 2005. Ukhtiy… Hatimu di
Jendela Dunia (Sebuah Torehan Wajah Perempuan dan Peristiwa). Zikrul Media
Intelektual: Jakarta Timur
Saudariku…
Buah perjuangan merekalah yang kita nikmati
sekarang, di mana-mana disaksikan lautan jilbab. Busana yang memancarkan pesona
‘dalam’ yang kuat. Pakaian takwa yang berfungsi sebagai benteng kehormatan
diri.
Saudariku …
Saya sangat yakin, bahwa kita semua sebagai seorang
muslimah, diminta mencopot jilbab bagaikan memaksa telanjang di depan umum.
Jilbab bukan sekedar urusan busana, tetapi melambangkan keislaman seorang
perempuan. Sekaligus sebagai simbol kesalehan dan ketaatan kita kepada Allah.
Saudariku…
Pakaian takwa bukan hanya sekedar pembungkus tubuh.
Busana adalah ekspresi jiwa terhadap identitas pemakainya. Ia merupakan kemasan
apik dari pribadi luhur pemakainya. Sosok muslimah berpakaian takwa bagaikan
oase penyejuk di tengah panasnya bisnis obral aurat. Jilbab ini telah menuntun
kita tidak menjadi golongan dari mereka. Peliharalah hijab kita ini hingga kita
bertemu Allah. Hijab yang akan membuat kita berucap bangga ketika bertemu Allah
“semua yang kulakukan di dunia ini adalah sebagai pertanda rasa cintaku yang besar
kepada-Mu yaa Rabb”.
Saudariku …
Jangan dianggap jilbab malah membuat kita terkesan
tidak menarik. Muslimah berjilbab memberikan kesan khusus terhadap lawan jenis.
Pribadi yang menimbulkan citra tentang sesuatu yang berharga, makin banyak yang
tertutupi makin menariklah ia. Ibarat mutiara yang mempunyai banyak sudut, di
mana tiap-tiapnya memancarkan pesona yang berbeda. Keanggunan yang membuat hati
tertawan, sehingga kegelapan berubah kegemilangan. Wanita shalihah semakin lama
kian bertambah keindahan dari perhiasan budi pekertinya. Sementara muslimah
sejati cemerlang dengan inner beauty dari hijabnya, cantik hingga ke hatinya.
Yakinlah saudariku..
Keribetan kita di dunia akan hijab ini akan dibalas
kemudahan oleh Allah di akhirat..
Ingatlah sebuah hadits yang memposisikan keutuhan
suatu Negara berdasarkan wanita di dalamnya:
“Wanita adalah tiang Negara, jika rusak, maka
Negara juga akan rusak, dan jika baik, Negara juga kan menjadi baik”.
Betapa besarnya peran kita sebagai seorang muslimah.
Peran yang bisa menghantarkan keutuhan suatu Negara ataupun keruntuhan suatu
Negara. Jagalah selalu hijab ini karena dengan demikian kita tidak akan
termasuk wanita yang menghancurkan Negara. (Aamiiinn)
Satu lagi hiasan kalimat yang sangat saya senangi: “Banyak
pria hebat menjadikan wanita sebagai sumber inspirasi dan motivasi yang
tertinggi. Selalu ada perempuan kuat dibalik lelaki hebat. Entah itu berperan
sebagai ibu, istri, kekasih, atau sahabat. Karena itu, ia dianggap sebagai
tonggak-tonggak penyangga sebuah peradaban”.
“Jagalah selalu jilbabmu Ukhti, karena itu sungguh
nyaman, tenteram, anggun, cantik, mempesona dan tentunya sejuk di mata.”
—
Teruntuk semua muslimah kebanggaan Islam dan
penggerak peradaban ^_^
Sumber: dakwatuna.com
Oct 28, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)


